Inilah 10 Makanan Penyembuh
VIVAnews - Biarlah makanan menjadi obatmu. Kata-kata tabib Yunani kuno bernama Hippocrates itu begitu populer di dunia kedokteran. Pesan itulah yang kemudian mendorong para ilmuwan mencari tahu manfaat makanan bagi kesehatan tubuh.
Selama bertahun-tahun, para ahli gizi melakukan penelitian untuk mengidentifikasi manfaat nutrisi dari makanan tertentu. Mereka mempelajari protein, karbohidrat, kalori, lemak, mineral dan vitamin untuk menentukan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.
Berikut sejumlah makanan yang memberi banyak manfaat untuk tubuh, seperti dikutip laman Methods of Healing.
1. Madu
Penelitian menunjukkan bahwa madu mengandung antibakteri dan antivirus. Studi lebih dalam menyebut madu bermanfaat untuk menyembuhkan luka dan baik untuk kesehatan pencernaan.
2. Green Tea
Penelitian menunjukkan, teh hijau membantu mengurangi risiko kanker, stroke, dan penyakit jantung. Teh hijau juga diyakini membantu mencegah penyakit diabetes tipe dua dan osteoporosis, serta meredakan radang usus.
3. Kenari
Makan 1,5 ons kenari setiap hari bisa menjadi makanan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
4. Blueberry
Adalah salah satu buah dengan tingkat antioksidan tinggi. Kandungan zat di dalamnya membantu memperlambat penuaan, mengurangi risiko diabetes, menurunkan kolesterol, meningkatkan keterampilan motorik, serta menunjang kesehatan kemih dan penglihatan. Blueberry juga memiliki sifat antiinflamasi.
5. Delima
Sebagai buah kaya antioksidan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa delima membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko kanker tertentu.
6. Rempah-rempah
Kayu manis membantu menurunkan kolesterol dan menstabilkan gula darah. Jahe membantu memperbaiki kesehatan pencernaan, dan mengandung antiinflamasi. Manfaat jahe sebagai pencegah kanker juga tengah dipelajari. Sementara sifat antiinflamasi kunyit diyakini dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer serta mengurangi risiko kanker.
7. Yogurt
Yang terbaik adalah yogurt polos. Kandungan kalsium, magnesium, Vitamin B-2 & B-12, dan probiotik yang dikenal sebagai bakteri baik dalam usus, bermanfaat menyehatkan sistem pencernaan serta kekebalan tubuh. Konsumsi yogurt secara teratur juga diyakini membantu menurunkan kolesterol.
8. Cokelat hitam
Jenis cokelat ini menawarkan manfaat baik bagi sistem kardiovaskular serta perlindungan dari kanker. Tak hanya itu, mengonsumsi cokelat hitam juga bisa membangkitkan suasana hati yang baik untuk kesehatan emosional dan mental.
9. Salmon
Salmon kaya omega-3 asam lemak dan protein, rendah kalori, rendah lemak jenuh, dan memiliki sifat antiinflamasi. Manfaat kesehatan ikan salmon termasuk pencegahan diabetes, Alzheimer, kanker serta menyehatkan sistem kardiovaskular.
10. Brokoli
Brokoli penuh dengan vitamin seperti asam folat, vitamin A, B6 dan K. Mineral seperti kalsium dan kalium membuatnya lebih sehat. Brokoli dianggap sebagai makanan penyembuhan yang diaktifkan oleh phytochemical indole-3-carbinol dan sulforaphane, membantu melawan kanker.
Selama bertahun-tahun, para ahli gizi melakukan penelitian untuk mengidentifikasi manfaat nutrisi dari makanan tertentu. Mereka mempelajari protein, karbohidrat, kalori, lemak, mineral dan vitamin untuk menentukan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.
Berikut sejumlah makanan yang memberi banyak manfaat untuk tubuh, seperti dikutip laman Methods of Healing.
1. Madu
Penelitian menunjukkan bahwa madu mengandung antibakteri dan antivirus. Studi lebih dalam menyebut madu bermanfaat untuk menyembuhkan luka dan baik untuk kesehatan pencernaan.
2. Green Tea
Penelitian menunjukkan, teh hijau membantu mengurangi risiko kanker, stroke, dan penyakit jantung. Teh hijau juga diyakini membantu mencegah penyakit diabetes tipe dua dan osteoporosis, serta meredakan radang usus.
3. Kenari
Makan 1,5 ons kenari setiap hari bisa menjadi makanan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
4. Blueberry
Adalah salah satu buah dengan tingkat antioksidan tinggi. Kandungan zat di dalamnya membantu memperlambat penuaan, mengurangi risiko diabetes, menurunkan kolesterol, meningkatkan keterampilan motorik, serta menunjang kesehatan kemih dan penglihatan. Blueberry juga memiliki sifat antiinflamasi.
5. Delima
Sebagai buah kaya antioksidan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa delima membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko kanker tertentu.
6. Rempah-rempah
Kayu manis membantu menurunkan kolesterol dan menstabilkan gula darah. Jahe membantu memperbaiki kesehatan pencernaan, dan mengandung antiinflamasi. Manfaat jahe sebagai pencegah kanker juga tengah dipelajari. Sementara sifat antiinflamasi kunyit diyakini dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer serta mengurangi risiko kanker.
7. Yogurt
Yang terbaik adalah yogurt polos. Kandungan kalsium, magnesium, Vitamin B-2 & B-12, dan probiotik yang dikenal sebagai bakteri baik dalam usus, bermanfaat menyehatkan sistem pencernaan serta kekebalan tubuh. Konsumsi yogurt secara teratur juga diyakini membantu menurunkan kolesterol.
8. Cokelat hitam
Jenis cokelat ini menawarkan manfaat baik bagi sistem kardiovaskular serta perlindungan dari kanker. Tak hanya itu, mengonsumsi cokelat hitam juga bisa membangkitkan suasana hati yang baik untuk kesehatan emosional dan mental.
9. Salmon
Salmon kaya omega-3 asam lemak dan protein, rendah kalori, rendah lemak jenuh, dan memiliki sifat antiinflamasi. Manfaat kesehatan ikan salmon termasuk pencegahan diabetes, Alzheimer, kanker serta menyehatkan sistem kardiovaskular.
10. Brokoli
Brokoli penuh dengan vitamin seperti asam folat, vitamin A, B6 dan K. Mineral seperti kalsium dan kalium membuatnya lebih sehat. Brokoli dianggap sebagai makanan penyembuhan yang diaktifkan oleh phytochemical indole-3-carbinol dan sulforaphane, membantu melawan kanker.
Trauma di Masa Kecil, Perpendek Usia
MASA anak-anak yang penuh dengan tekanan dan cenderung menyebabkan stres kemungkinan dapat mempercepat usia kematian seseorang, demikian yang dikemukakan para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Diantara orang-orang yang dilaporkan memiliki setidaknya 6-8 pengalaman buruk yang berbeda, mulai dari kekerasan verbal hingga tinggal serumah dengan seseorang yang menderita penyakit mental, rata-rata meninggal diusia 61 tahun.
Ini berbanding dengan mereka yang tidak memiliki trauma masa kecil. Rata-rata mereka meninggal di usia 79 tahun.
Dr. David W. Brown dan Dr. Robert Anda dari CDC beserta rekan-rekan lainnya dari CDC and Kaiser Permanente, melakukan penelitian selama 2 tahun terhadap 17,337 laki-laki dan perempuan yang mengunjungi pusat kesehatan.
Tim peneliti kemudian menginvestigasi keterkaitan antara pengalaman buruk di masa anak-anak dengan kesehatan.
Masing-masing partisipan diberikan pertanyaan apakah pernah mengalami pengalaman buruk di masa kecilnya, berdasarkan 8 kategori yang diberikan, seperti kekerasan verbal, kekerasan fisik, pelecehan seksual dengan kontak fisik, memiliki seorang ibu yang sering memukul, seseorang yang suka melecehkan di rumah, anggota keluarga yang menderita sakit secara mental, atau orang tua yang bercerai.
Pada analisa ini, tim peneliti menelaah tingkat kematian untuk menyelidiki apakah pengalaman ini mungkin juga berhubungan dengan angka kematian. Hasilnya, selama masa penelitian berlangsung, sekitar 1.539 partisipan meninggal dunia.
Dari hasil penelitian yang dikutip conectique.com itu, diketahui sebanyak 69 persen partisipan di bawah usia 65 tahun dilaporkan setidaknya mengalami satu pengalaman buruk di masa anak-anak, sementara sekitar 53 persen partisipan berusia 65 tahun lebih juga mengalaminya.
Mereka yang mengalami 6 pengalaman buruk atau lebih, 1.5 kali lebih cepat meninggal saat penelitian berlangsung dibanding dengan mereka yang tidak memiliki trauma sama sekali.
Pengalaman masa kecil yag buruk juga menyebabkan partisipan 1.7 kali lebih cepat meninggal di usia 75 tahun atau lebih muda dan 2.4 kali berisiko meninggal sebelum usia mereka mencapai 65 tahun.
Sejauh ini tim peneliti menyimpulkan, adanya keterkaitan antara tekanan atau stres yang dialami saat usia anak-anak dengan penyakit jantung, penyakit paru-paru, liver dan kondisi keshatan lainnya.
Menurut tim peneliti, ada sejumlah trauma masa anak-anak yang ikut berkontribusi pada kesehatan. Stres pada anak-anak dapat berdampak pada perkembangan otak, sehingga individu dengan pengalaman buruk cenderung menderita depresi dan kecemasan yang berlebihan.
Mereka juga memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok yang akhirnya merusak kesehatan. (dms)
Cegah Glukoma dengan Teh Hijau
TEH hijau telah lama diketahui memiliki efek antioksidan dan sifatnya dalam melawan penyakit, salah satunya penyakit kanker.
Kini penelitian terbaru kembali menemukan manfaat lain dari teh hijau. Para peneliti di Hong Kong menyakini bahwa minuman ini bisa membantu melindungi dari berbagai penyakit mata.
Penelitian yang mempelajari bagaimana lensa, retina dan jaringan mata lainnya menyerap zat ‘catechins’ yang terkandung dalam teh, menunjukan bahwa minuman ini dapat melindungi mata dari glaukoma dan penyakit mata umum lainnya.
Chi Pui Pan dan rekannya dari Chinese University of Hong Kong and Hong Kong Eye Hospital mengatakan bahwa ‘catechins’, yaitu sebuah jenis antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh oksidasi, dapat melewati perut dan menuju ke jaringan mata. Catechin ini mencakup Vitamin C, E, lutein dan zeaxanthin.
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, dan dikutip oleh conectique.com, dilakukan dengan memberikan teh hijau kepada tikus, dan kemudian menganalisis jaringan mata mereka. Hasilnya, ditemukan bahwa bagian-bagian yang berbeda dari mata menyerap sejumlah catechin dan mengurangi stres oksidatif pada mata sampai 20 jam. Stres oksidatif sendiri diketahui dapat menyebabkan penyakit retina seperti glaukoma dan degenerasi makula (AMD) yang berkaitan dengan usia.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat menguntungkan mata terhadap stres oksidatif,” para penulis menyimpulkan. (dms)
Berpalinglah Dari Nasi
JAKARTA (Pos Kota)-Menteri Pertanian (Menten) Suswono meminta agar masyarakat segera mengurangi konsumsi beras dan menggantinya dengan diversifikasi pangan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan beras saat terjadi kemarau panjang.
rata-rata beras masyarakat Indonesia tergolong tinggi yakni 139 kg per kapita per tahun. Sementara mayarakat Thailand hanya mengkonsumsi 70 kg per kapita per tahun,” katanya, kemarin.
Indonesia memiliki berbagai macam pangan alternatif, seperti jenis umbi-umbian, yakni talas, ganyong dan jagung, dan juga ada sukun, yang semuanya bisa dijadikan makanan pengganti beras. Pemerintah terus akan menggalakan kepada anak-anak agar membiasakan umbi-umbian tersebut.
“Kita yakin bisa mengganti makanan pokok dari beras ke umbi-umbian, sehingga ketergangungan terhadap beras diharapkan bisa turun antara dua sampai tiga persen per tahun,” tambah Mentan.
Karena itu ia meminta para orang tua agar mengajarkan anak-anaknya untuk makan makanan pokok yang lain selain nasi.
Diakui saat ini produksi beras nasional sebanyak 63 juta ton dan surplus sekitar tiga juta ton. Namun demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat agar mengurangi konsumsi makanan pokok beras, sehingga jika terjadi kemarau panjang yang menyebabkan tanaman padi puso, masyarakat tak terlalu kesulitan. (faisal/B)
Minum Teh dan Kopi Cegah Kanker Otak
SEBUAH hasil penelitian terbaru yang melibatkan beberapa negara, diantaranya Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Inggris, Yunani, Denmark, Norwegia dan Jerman, menemukan bahwa dengan mengkonsumsi kopi ataupun teh setiap hari, dapat mengurangi resiko terkena kanker otak.Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan analisa yang didapatkan dari 400 ribu responden baik pria maupun wanita usia 25 – 70 tahun. Peserta direkrut antara tahun 1991 samapi 2000, dan diawasi selama sekitar 8,5 tahun.
Selama waktu itu, survei makanan dilakukan, diantaranya; jumlah teh dan kopi dikonsumsi setiap peserta, seperti dilaporkan laporan English.news.cn.
Selama penelitian, ditemukan 343 kasus baru glioma, dan juga 245 kasus baru meningioma, kanker lain yang mempengaruhi jaringan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.
Penelitian menunjukkan bahwa kopi dan teh diperkirakan dapat mencehag kanker otak. Tim peneliti menemukan bahwa minum 100 mL (atau 0,4 cangkir) per hari dapat menurunkan risiko glioma sebesar 34 persen. (embun/dms)
5 Jenis Buah Yang Bikin Sehat
BUAH-buahan diyakini dapat melawan kuman dan meningkatkan kekebalan tubuh terutama di musim pancaroba seperti ini.“Vitamin akan meningkatkan kekebalan tubuh, dan menghindarkan anda dari pilek dan flu,” ungkap Amy Howell, Ph.D., seorang ilmuwan penelitian di Rutgers University seperti di lansir oleh Menshealth. Buah juga mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. lima jenis buah di bawah ini dapat memberikan dorongan pada sistem kekebalan tubuh.
1. Apel
Merupakan sumber antioksidan yang paling populer, dalam satu buah apel terdapat antioksidan yang nilainya setara dengan 1500 mg vitamin C. Apel juga banyak mengandung flavonoid pelindung, yang dapat mencegah penyakit jantung dan kanker
2. Pepaya
Kandungan di dalamnya dapat membantu menghilangkan demam dari dalam tubuh. beta-karoten, vitamin C dan vitamin E dapat mengurangi gejala sakit asma
3.Cranberry
Cranberry memiliki antioksidan lebih banyak dibandingkan buah ataupun sayur. Mengkonsumsinya satu kali dalam sehari, nilainya sama dengan mengkonsumsi brokoli lima kali lebih bayak. Cranberry merupakan probiotik alami yang meningkatkan bakteri baik dalam usus dan melindunginya dari penyakit bawaan makanan
4. Jeruk Bali
Buah yang kaya akan vitamin C ini, juga mengandung senyawa alami yang disebut limonoid. Senyawa ini dapat menurunkan kolesterol. Varietas merah didalamnya juga merupakan sumber potensial dari zat likopen yang dapat melawan kanker.
5. Pisang
Merupakan salah satu sumber vitamin B6. Pisang membantu mengurangi kelelahan, depresi, stres, dan insomnia. Pisang mengandung magnesium tinggi, yang dapat membuat tulang kuat, dan potasium, yang membantu mencegah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.(embun/B)
4 Langkah Ubah Stres Menjadi Energi Positif
Menshealth melansir tulisan dari Gerard Butler mengenai cara mendapatkan energi positif dari stres.1. Lepaskan hal-hal yang tidak bisa anda kendalikan.
Tidaklah masalah mengetahui batas kemampuan anda. Ini malah akan membuat anda sadar bahwa anda tidak selamanya dapat mengendalikan semua hal yang datang pada diri anda, maka dari itu lepaskan semua yang berada di luar kuasa dan kemampuan anda.
2. Jangan membatasi hal-hal yang dapat anda lakukan.
Yang ingin anda singkirkan adalah stress pada diri anda, bukan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab anda. Maka lakukan sebaik mungkin pekerjaan anda.
3. Selalu sediakan waktu untuk bersantai.
Ketika pindah ke tempat kerja yang baru, jangan pikirkan pekerjaan apa yang harus anda lakukan pertama kali tetapi cari tahu tempat dimana anda dapat bersantai dan melakukan hobi anda.
4. Lihat dan pikirkan apa yang telah anda capai selama ini.
Cintai apa yang sedang anda lakukan, maka anda akan sadar bahwa merupakan kehormatan besar apa yang anda lakukan saat ini karena pekerjaan tersebutlah yang membuat hidup anda terus berjalan. Ketika anda dalam keadaan yang sangat stress luar biasa, pikirkanlah bahwa betapa bangganya anda telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi hidup anda dan orang di sekitar anda.
(embun/sir)